Header Ads

Pertarungan Global,Bupati Harap Ansor Dan Banser Jadi Kader NU Yang Militan

KAJEN – Didalam situasi seperti saat ini, kita memang harus banyak-banyak mencetak kader untuk kita siapkan untuk membingkai ideologi Islam ala Ahlisunnah wal Jamaah. Karena apa? Karena pertarungan sekarang ini sudah sangat global. Pertarungannya bukan hanya pada aspek ideologi, tetapi sudah merambah ke bidang ekonomi, budaya. Dan yang lebih penting lagi adalah pertarungan peradaban. 
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat membuka kegiatan Latihan Instruktur I dan Kursus Pelatih (Suspelat) I Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2017 di Obyek Wisata Linggo Asri Kajen, Jumat (27/01/2017).
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan M. Ir. Bambang Irianto, M.Si, Pengurus Wilayah GP Ansor M. Ahsin Hana, S.Pd, dan seluruh pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan.    
Lebih lanjut, Bupati mengutarakan kalau kita tidak pandai-pandai melakukan kaderisasi dalam organisasi yang kita miliki, maka yang akan terjadi semakin lama organisasi kita tidak akan cemerlang melainkan organisasi kita semakin pudar. 
“Dikatakan suatu organisasi itu sehat dan survive adalah dengan adanya kaderisasi. Kaderisasi ini tidak akan mungkin berhasil dengan baik kalau tidak ada instrukturnya, tidak ada mentornya yang memang dibekali secara khusus seperti para sahabat saat ini,” ujar Bupati.
Dalam rangka memotivasi pengurus dan peserta pelatihan, Bupati menceritakan bagaimana perjuangan ayahnya semasa hidupnya. Dikatakan Bupati, bahwasannya ayahnya adalah seorang kyai NU yang semasa hidupnya berjuang untuk NU tanpa pamrih. 
“Ayah saya itu kyai NU yang lahir dan besar di Kranji. Kemudian karena ada pergolakan dengan Belanda tahun 1947-1949 hijrah ke Banjarnegara. Nah ayah saya itu punya anak 9 tapi beliau tidak bekerja. Beliau hanya mengajar mensi’arkan agama lewat NU. Dan doktrin ayah saya kepada anak-anaknya sebelum beliau wafat mengatakan sampeyan semua berjuanglah untuk NU, kalau sampeyan tidak memperoleh dunia sampeyan pasti akan mendapat keberuntungan akhirat,” cerita Bupati.
“Untuk itu saya minta para sahabat Ansor dan Banser jangan mudah menyerah, jangan berkecil hati dan tetaplah berjuang secara militan dalam bingkai Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Sementara itu Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Azmi Fahmi dalam laporannya menyampaikan bahwasannya kegiatan Latihan Instruktur I dan Kursus Pelatih (Suspelat) I diselenggarakan oleh PW GP Ansor dan kami Pimpinan Cabang hanya sebagai pelaksana. Adapun tujuannya, kata Azmi, Latihan Instruktur untuk mencetak kader-kader Ansor dan Suspelat untuk mencetak kader-kader Banser.
“Jadi di tangan sahabat semua yang hadir disini nanti Ansor dan Banser akan menjadi kader yang militan. Untuk itu saya berharap sahabat semua mengikuti latihan ini sampai akhir,” pintanya.
Latihan Instruktur I dan Suspelat I akan berlangsung selama tiga hari yaitu Jumat hingga Minggu (27 s/d 29 Januari) dan diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari GP Ansor dan Banser Kabupaten dan Kota se Pantura Raya serta dari Kabupaten Purbalingga dan Semarang.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Pekalongan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata yang telah membantu kami untuk memfasilitasi kegiatan ini,” ucapnya.
Sedangkan Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor, Ahsin Hana, S.Pd, dalam sambutan menyampaikan harapannya sebagaimana dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalonga kepada seluruh peserta Latihan Instruktur dan Suspelat bahwa di tangan sahabat semua pasca pelatihan ini bagaimana arah kebijakan kader-kader Ansor dan Banser.yang merupakan kader-kader nahdliyyin yang akan menjadi kader yang militan. 
Di tengah maraknya paham radikalisme ini dengan munculnya aliran-aliran yang ingin menggerogoti bangsa ini, maka para sahabat Ansor dan Banser yang merupakan bagian dari NU sebagai benteng berdirinya NKRI.
Powered by Blogger.