Header Ads

Bupati Tinjau Mega Proyek SPAM Regional Petanglong

KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung perkembangan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional PETANGLONG (Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan) di wilayah Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan, Selasa (31/01/2017).
 
Bupati dalam sambutan menyampaikan bahwa Surat Keputusan untuk mendukung adanya program SPAM Regional Petanglong sudah ditandatangani tahun 2011 sewaktu dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.
 
 “Jadi waktu itu kita sepakat mendorong agar SPAM Regional Petanglong ini segera terwujud, utamanya adalah untuk memberikan pelayanan terhadap kebutuhan air minum di Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan,” cerita Bupati kepada hadirin.
 
Dengan Pemerintah Provinsi, kata Asip, dahulu kita sudah menandatangani kesepahaman (MoU) untuk memberikan dukungan antara lain menyangkut sharing pendanaan yaitu sekitar Rp 64 milyar. 
 
“Hal ini akan saya pastikan dan harus kita tata serta persiapkan secara matang mega proyek ini,” terangnya.
 
Bupati juga berharap proyek SPAM Regional Petanglong ini bisa menjangkau wilayah yang terdampak rob di Kabupaten Pekalongan.
 
 “Terkait kebutuhan air baku di Kabupaten Pekalongan, melalui PDAM akan saya akan hitung berapa sebenarnya kebutuhan air kita. Tujuan utama kita kalau bisa SPAM Regional Petanglong bisa masuk ke daerah-daerah yang terkena rob,” pinta Bupati kepada Satker Jawa Tengah.
 
Karena menurut Bupati, rob itu juga dipengaruhi oleh eksploitasi air tanah yang ekstrim terutama dampak banyaknya pabrik dan kawasan industri lainnya seperti di wilayah pantura. Hal itu, imbuh Bupati, salah satu yang dapat mempercepat turunnya permukaan tanah sehingga terjadi rob.
 
“Kami ingin memastikan bahwa program SPAM Regional Petanglong ini cepat berjalan sesuai rencana karena ini adalah program yang bagus dan kalau bisa nanti tarifnya terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bupati.
 
Sementara itu perwakilan tim satuan kerja (Satker) Provinsi Jawa Tengah – Arif, dalam paparannya menyampaikan latar belakang hingga biaya yang timbul dari proyek SPAM Regional Petanglong tersebut. Dikatakan, SPAM Regional Petanglong merupakan proyek berkapasitas 850 L/ detik untuk wilayah Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
 
Dijelaskan Arif, dalam rangka memenuhi target Universal Akses 100-0-100, permasalahan mendasar yang dihadapi dalam pengembangan sistem penyediaan air minum perkotaan dengan target 100% di Jawa Tengah adalah terganggunya siklus hidrologi, terbatasnya sumber air baku karena lokasi sumber air baku jauh dan sulit terjangkau serta berada di Kabupaten lain, sehingga tidak mampu diselesaikan secara lokal oleh tiap Kabupaten maka lahirlah program SPAM Regional.
 
Lebih lanjut, Arif mengutarakan bahwa pembangunan SPAM Regional Petanglong Kapasitas 850 L/detik direncanakan untuk menyediakan pelayanan air minum bagi masyarakat sebanyak 68.000 unit sambungan atau setara dengan 340.000 jiwa, yang melayani Kabupaten Pekalongan (200 L/dt atau 16.000 unit), Kabupaten Batang (250 L/dt atau 20.000 unit) dan Kota Pekalongan (400 L/dt atau 32.000 unit).
 
Adapun kebutuhan biaya untuk pembangunan SPAM Regional Petanglong adalah sebesar Rp 762 milyar, terdiri dari biaya unit air baku sebesar Rp 57 milyar, unit produksi dan JDU Rp 473 milyar, SR Kabupaten Pekalongan Rp 64 milyar, SR Kota Pekalongan 128 milyar dan SR Kabupaten Batang sebesar Rp 40 milyar.
 
Dalam kunjungan kerja Bupati tersebut, hadir antara lain Asisten Ekonomi dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan – Hari Suminto, SH.MH, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dinas Perkim dan LH) – Ir. Trinanto Agus M, M.Si, perwakilan DPU TARU, Kabag Ekonomi Setda- M. Baqi, Camat dan Muspika Kecamatan Talun, Kepala PDAM Tirta Kajen beserta jajaran dan tim Satker SPAM Regional Petanglong dari Provinsi Jawa Tengah, serta Kepala Desa se Kecamatan Talun.
Powered by Blogger.