Header Ads

46 Bendahara SKPD Ikuti Bintek SEPEDA

KAJEN – Bertempat di Aula lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, hari ini (6/10) diselenggarakan Launching dan Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi Sistem Elektronik Pengiriman Data (SEPEDA) untuk pelayanan penerbitan Surat Perintah Pengeluaran Dana (SP2D) di Kabupaten Pekalongan.
 
SEPEDA kedepan diharapkan mampu mempersingkat alur pengadministrasian dalam proses pencairan dana di Kabupaten Pekalongan, karena pola mekanisme kerja dalam penerbitan SP2D akan diubah dari manual menjadi online. Hal tersebut disampaikan oleh Indriya Madyawati, SE, MM. Kabid. Anggaran dan Perbendaharaan, DPPKD Kab. Pekalongan dalam sambutan pembukaan acara tersebut.
 
Diterangkan Indri bahwa Proses pelayanan penerbitan SP2D sesuai Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 44 Tahun 2011 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 176 adalah paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak diterimanya pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPM) dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk itu ditegaskan Indri sebagai upaya memperbaiki kualitas dan percepatan pelayanan SP2D maka disusunlah Aplikasi Sistem Elektronik Pengiriman Data (SEPEDA). “Saya berharap kedepan seluruh SKPD dapat menggunakan dan mengimplementasikan aplikasi ini untuk pengiriman database ke DPPKD sehingga semua pelayanan berkaitan pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih baik, lebih cepat dan akuntabel,” tegas Indri.
 
Sementara itu, Hasto Ari Bowo, selaku Kasie Perbendaharaan, DPPKD Kab. Pekalongan dalam paparannya di depan peserta Bintek yang terdiri dari bendahara 46 SKPD di Pemkab. Pekalongan menjelaskan secara gamblang mekanisme alur pencairan dana jika menggunakan sistem SEPEDA. Dirinya berharap dengan diselenggarakannya Bintek hari ini maka peserta akan dapat mengoperasikan aplikasi SEPEDA, dan mengimplemenkasikan aplikasi SEPEDA di SKPD masing – masing, sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan pengiriman database berkaitan dengan keuangan dari SKPD ke DPPKD.
Powered by Blogger.