Header Ads

Pemkab Pekalongan Diberi Kesempatan Langka

KAJEN -  Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberi kesempatan untuk berbicara di hadapan ratusan
duta besar dan perwakilan negara Asean di Jakarta pada 29 September
2016. Kesempatan langka tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemkab Pekalongan yang akan mengusung dua tema besar,yakni batik sebagai legenda dunia dari Kabupaten Pekalongan dan Petungkriyono Cultural Technoforestry Park.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa forum ini akan dihadiri 140 duta besar dan perwakilan negara Asean.

 "Mereka mengundang kita tetapi secara tematik. Ada dua tema besar yang akan
diusung, yakni batik sebagai salah satu warisan dunia dari Kabupaten
Pekalongan dan potensi hutan alam yang merupakan satu-satunya yang
masih tersisa di Pulau Jawa yaitu Petungkriyono. Forum ini forum
tahunan. Jika mau antre harus menunggu 425 tahun. Jadi kita harus
manfaatkan momen ini dengan baik," ungkapnya.

Untuk persiapan, Asip sudah mengumpulkan ahli batik dan akademisi yang
memiliki latar belakang batik dengan baik. Para pakar dan akademisi
ini akan menjelaskan kepada dunia bahwa legenda batik itu ada di
Kabupaten Pekalongan.

"Batik-batik karya adiluhung yang dibuat pada
awal abad 18 hingga 19 juga ada di Kabupaten Pekalongan. Ini akan
kita pamerkan," katanya.

Disamping batik, lanjut Asip, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi
hutan alam yang merupakan satu-satunya yang masih tersisa di Pulau
Jawa, yaitu hutan di Petungkriyono. Kawasan hutan di Petungkriyono
akan dikelola secara modern dan profesional sebagai laboratorium alam
dengan nama Petungkriyono Cultural Technoforestry Park.

"Petungkriyono ini dulu ditanam oleh para raja-raja Syailendra. Kami
sebagai penerusnya akan melestarikan itu. Kita akan canangkan
Petungkriyono Cultural Technoforestry Park. Sebuah bentang alam atau
laboratorium alam yang akan dikelola secara modern dan profesional,
karena bekerja sama dengan Institut Forestry Indonesia, Kementrian
Kehutanan, perguruan tinggi seperti UGM, IPB, UI, dan lainnya, serta
dibekap penuh oleh badan-badan PBB dan dunia usaha," katanya.

Dikatakan, sebagai satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di Pulau
Jawa, hutan alam Petungkriyono memiliki daya tarik. Oleh karena itu,
pemda bekerjasama dengan berbagai pihak itu akan mengemas
Petungkriyono ini sebagai 'heart of java'. "Kita akan lindungi

paru-paru Jawa ini dengan baik, dengan lokal regulasi yang akan kita
ciptakan, sehingga generasi kedepan akan mendapatkan manfaat banyak.
Kita juga akan kembangkan nilai pariwisatanya. Orang sekarang
kecenderungannya berwisata ke gunung," ungkapnya.

Powered by Blogger.