Header Ads

Paguyuban Angkutan Minta Odong-Odong Ditertibkan

KAJEN – Kereta kelinci atau odong-odong dinilai mengganggu trayek angkutan,membahayakan keselamatan dan ilegal.Hal ini membuat Puluhan anggota paguyuban angkutan di Kabupaten Pekalongan menuntut adanya penindakan tegas aparat pemerintah dan kepolisian terhadap keberadaan kereta kelinci atau odong-odong tersebut.Hal tersebut disampaikan saat audiensi di Kantor Dishubkominfo Kabupaten pekalongan yang dihadiri oleh Satlantas Polres Pekalongan, Dindikbud, dan puluhan anggota paguyuban angkutan.Rabu (7/9).

“jika ada odong-odong lewat jalan raya diharap Dishub maupun Lantas bisa ditindak. Kereta-kereta ini sering menganggut penumpang banyak, khususnya anak-anak sekolah, padahal tidak ada surat-surat kendaraan ataupun uji kelaikan jalan dari dinas terkait,Jika mau beroperasi silahkan di kampung-kampung,kami tidak menutup mata ya...ini kan urusan perut.Tapi jangan seenaknya ada sewaan nikahan dibawa,lamaran dibawa.Ini mengurangi sekali pendapatan sopir angkot yang resmi membayar pajak.” kata Ketua Organda Kabupaten Pekalongan, Slamet Sutrisno SE.

Sementara, Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan, Djoko Laksono menuturkan, untuk menekan banyaknya kereta kelinci yang beroperasi, pihaknya sudah pernah berupaya mengirimkan surat edaran ke seluruh kantor kecamatan untuk diteruskan ke jajaran di bawahnya. Bahkan, upaya itu juga telah kembali dilakukan pada Bulai Mei 2016 lalu, namun masih belum efektif.

"Seharusnya odong-odong itu memang dikawasan wisata bukan dijalan raya,kami tidak henti-hentinya untuk menindak pelanggaran tersebut,apalagi demi keselamatan penumpang."

KBO Lantas Polres Pekalongan, Iptu Edi Yuli membeberkan, pihaknya terus berupaya menindak kereta kelinci yang ketahuan beroperasi di jalan-jalan raya. Namun, kembali lagi, lantaran faktor ekonomi, jumlah kereta kelinci tidak berkurang dan makin bertambah.


Powered by Blogger.