Header Ads

Kunker DPD Wanita Tani Jateng Di Kabupaten Pekatongan

KAJEN - DPD Wanita Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Tengah sebagai pembimbing para petani untuk meningkatkan pemberdayaan wanita tani dan juga untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat tani berkunjung di Kabupaten Pekalongan pada Kamis pagi (8/9). 
 
Dalam Kunjungan Kerjanya ini, mereka diterima di Aula lantai III Setda Kab. Pekalongan oleh Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Asisten II Sekda Hari Suminto, SH, MH dan didampingi serta dihadiri oleh 40 orang KWT (Kelompok Wanita Tani) Kab. Pekalongan dan juga beberapa SKPD terkait yaitu DPPK, DKPP, Dinperindagkop, Bappeda, BKPP, BPMPKB, Bagian Perekonomian, dan juga HKTI Kab. Pekalongan. 
 
Ketua Rombongan Ibu Ade Siti Muksodah yang didampingi oleh 5 orang anggota HKTI ini menyampaikan maksud dan tujuan Kunjungan Kerjanya adalah dalam  rangka pembentukan DPC Wanita Tani di setiap Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.  “Kunjungan kerja ke 6 dari 35 Kab/Kota Se Jawa Tengah ini juga dalam rangka menggali potensi di masing-masing daerah,” ujar Ade yang juga Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah ini.
 
Lebih lanjut dalam kunker yang berlangsung selama 1 hari (8 September 2016) tersebut Ade menyampaikan harapannya agar para petani tidak hanya bisa mengolah lahan namun juga bisa mengelola managemen pengelolaan hasil pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. 
 
Di bagian lain Asisten II Sekda Kab. Pekalongan dalam sambutannya menyambut baik  kunjungan kerja DPD Wanita Tani di Kab. Pekalongan ini. Beliau berharap dengan kunker ini akan ada sharing dan penyampaian sosialisasi program kerja kepada KWT Kab/Kota Se Jawa Tengah khususnya KWT Kab. Pekalongan. “DPD HKTI juga kami harapkan dapat memotivasi KWT Kab. Pekalongan untuk meningkatkan produktivitasnya dan juga pengelolaan hasil tani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani atau KWT,” harap Hari.
 
Sementara itu dalam sesi dialog, perwakilan dari HKTI Kab. Pekalongan Warsono menyampaikan saran dan masukannya untuk dapat diberikan alat pencacah pupuk organik guna menunjang hasil pertaniannya. Sedang Hani dari KWT Rowocacing menyampaikan kendala yang dialaminya bersama kelompok tani yang lain dalam memasarkan tepung singkong hasil pertaniannya. Tak ketinggalan Erliyah juga meminta saran dan masukan dalam pengelolaan sayur-sayuran terutama terong ungu.
Powered by Blogger.