Header Ads

Bupati Launching Polantas Tempa Diri Dan Polantas Bolone Masyarakat

KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si membuka (launching) kegiatan Polantas Tempa Diri dan Polantas Bolone Masyarakat. Launching kegiatan tersebut dalam bentuk apel di halaman Mapolres Pekalongan di Kajen yang diikuti oleh perwakilan pelajar Sekolah SMP dan SMA Kajen dan sekitarnya, serta sebagian besar personil Polres Pekalongan,Kamis (15/9).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolres Pekalongan beserta seluruh jajaran Polres Pekalongan, beberapa Kepala SKPD terkait seperti Kepala Dinhubkominfo, perwakilan Dindikbud dan tamu undangan lainnya.
 
Bupati dalam amanatnya menyampaikan bahwa kegiatan Launching Polantas Tempa Diri dan Polantas Bolone Masyarakat dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam rencana aksi keselamatan nasional yang dimulai dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2020. Sehingga perlu adanya upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
 
“Untuk itu Polres Pekalongan dalam hal ini Satuan Lalu Lintas mengadakan kegiatan Polantas Tempa Diri dan Polantas Bolone Masyarakat Kabupaten Pekalongan tahun 2016,” ujar Bupati.
 
Dijelaskan Bupati, kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pekalongan tahun 2016 semester I sampai dengan bulan Juni sejumlah 130 kasus, dengan korban 11 meninggal dunia, 11 luka berat, 166 luka ringan. “Dari 130 kasus laka lantas tersebut, 63 kasus laka lantas melibatkan pelajar. Hal ini dapat terjadi karena masih rendahnya kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas,” terangnya.
 
Perilaku tersebut, kata Bupati, sering kali kita lihat dimana pelajar dan masyarakat saat mengendarai sepeda motor tidak menggunakan helm baik pengemudi maupun yang diboncengkan, berbelok tanpa melihat kondisi arus, baik dari depan maupun belakang, tidak menyalakan lampu utama, dan saling berlomba untuk lebih cepat sampai di sekolah, yang secara tidak sadar cukup membahayakan keselamatan pengendara itu sendiri.
 
“Kebiasaan tersebut harus diubah. Melalui kegiatan Polantas Tempa Diri dan Polantas Bolone Masyarakat ini mengajak semuanya untuk ikut bertanggungjawab dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dengan cara mengingatkan, membimbing, dan mengarahkan agar anak-anak pelajar mentaati peraturan berlalu lintas, supaya terhindar dari kecelakaan lalu lintas yang dapat berakibat fatal yaitu luka berat dan bahkan meninggal dunia,” tegas Bupati Asip Kholbihi.
 
Kegiatan Polantas Tempa Diri dan Polantas Bolone Masyarakat juga untuk menciptakan komunikasi interaktif antara Polantas dengan pelajar dan masyarakat, sehingga tidak ada jarak antara Polantas dengan pelajar dan masyarakat.Disamping itu pelajar dan masyarakat mengetahui program Kepolisian dan Kepolisian mengetahui permasalahan apa yang terjadi di masyarakat.
Dalam apel tersebut, Bupati menyematkan secara simbolis tanda peserta kepada perwakilan Polantas Polres Pekalongan. Bupati juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Polantas Polres Pekalongan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Powered by Blogger.