Header Ads

Wabup Buka Lokakarya Stabilisasi Maternal Dan Neonatal

KAJEN – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan dalam melakukan penatalaksanaan stabilisasi prarujukan maternal dan neonatal sesuai standar, maka pada hari ini (1/8) digelar Lokakarya yang bertajuk “Lokakarya Stabilisasi Maternal dan Neonatal Puskesmas di Kabupaten Pekalongan” di Aula lt. 2 Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pekalongan.
 
Lokakarya yang akan dilaksanakan 1 – 2 Agustus 2016 tersebut, diikuti oleh tenaga kesehatan dari 27 Puskesmas yang terdiri dari dokter fungsional dan bidan koordinator, Tim Mentor klinis dari RSUD Kajen, serta Tim Program USAID EMAS Kab. Pekalongan dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti.
 
Kegiatan diawali oleh pemaparan oleh Kepala Dinkes Kab. Pekalongan, dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes tentang situasi terakhir kematian ibu dan bayi baru lahir serta berbagai kegiatan yang telah dan akan dilakukan dalam upaya menekan AKI – AKB di Kabupaten Pekalongan.
 
Sementara itu, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati mengungkapkan terimakasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerja keras, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dunia kesehatan di Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada USAID EMAS.” Usai berakhirnya Program Emas USAID saya minta program-program yang sudah ditanamkan oleh USAID Emas untuk tetap diteruskan dan ditularkan,” tegas Wabup.
 
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang terjadi di Kab. Pekalongan, dimana pada Tahun 2015 di Kabupaten Pekalongan, terjadi 22 kasus kematian ibu melahirkan, serta 97 kasus kematian bayi baru lahir. Sedangkan hingga Juni 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 10 kasus dan Angka Kematian Bayi Baru lahir sudah mencapai 50 kasus.
 
Untuk itu Asip menekankan agar hal tersebut menjadi perhatian, sehingga angka tersebut tidak bergerak naik, karena menurutnya kasus – kasus kematian Neonatus dan Maternal yang terjadi di Kabupaten Pekalongan masih berada pada level 3 yang berarti kasus kematian tersebut masih bisa dicegah. “ Ini berarti kita masih memiliki kesempatan besar untuk menurunkan AKI bahkan menjadikannya Nol kasus, apabila kita bisa menekan seminimal mungkin berbagai faktor yang telah kita analisa sebagai penyebab terjadinya kematian ibu dan bayi baru lahir,” terangnya.
 
Bupati juga berpesan agar para peserta Lokakarya mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh sehingga pengetahuan dan ketrampilannya bisa bertambah untuk membantu maysrakat yang membutuhkan. Terakhir, Bupati mengingatkan pentingnya komitmen dan sinergitas yang kuat dari semua pihak sehingga dapat terwujud pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Powered by Blogger.