Header Ads

Sidang Paripurna Istimewa Untuk Rayakan Hari Istimewa (HUT Kab.Pekalongan Ke-394)

KAJEN – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,pada Hari Jadi ke – 394 Kabupaten Pekalongan yang jatuh tepat pada kamis, 25 Agustus 2016, diselenggarakan Sidang Paripurna Istimewa di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dengan agenda mendengarkan sambutan Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dan pembacaan sejarah Kabupaten Pekalongan oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Nunung Sugiantoro, ST. 
 
Keistimewaan lain dari pelaksanaan sidang, yaitu pakaian yang dikenakan oleh seluruh hadirin bukanlah PSL (Pakaian Sipil Lengkap) atau jas, namun celana hitam (komprang) dan baju koko dan sarung bagi laki-laki dan setelan kebaya bagi perempuan.
 
Sidang yang dihadiri antara lain oleh Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, staf ahli Bupati, para asisten Sekda, para kepala SKPD dan Camat di Lingkungan Pemkab. Pekalongan, serta Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN dan BMUD dan Pimpinanan Parpol, Pimpinan Organisasi Masyarakat tersebut merupakan salah satu prosesi  peringatan  Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang diharapkan ke depan menjadi sebuah kebiasaan baik setiap kali memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.  
 
Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh komponen penyelenggara pemerintahan dan masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Kab. Pekalongan ke-394 sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelayanan masyarakat  dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya dengan kebersamaan, kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, Insya Allah berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses membangun Kabupaten Pekalongan dapat diatasi bersama.
 
 “Kami juga menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dan hasil integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), DPRD, sektor swasta dan masyarakat,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Asip juga mengucapkan terimakasih kepada para Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran Aparatur Sipil Negara / Para birokrat, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi dan penghargaan. Diantaranya Mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI tahun 2016, Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya dari Presiden RI tahun 2015, 9 besar terbaik se Propinsi Jawa Tengah sebagai Badan Publik Kategori Pemerintah Kab/Kota dalam melaksanakan Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, 10 besar kabupaten/kota Pro Investasi dari Gubernur Jawa Tengah dan berbagai pengahargaan lainnya.
 
 “Berbagai penghagaan tersebut memberikan konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar bagi kita, untuk senantiasa meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas disemua penyelenggara pemerintahan, masyarakat dan swasta,” Bupati. 
 
Namun demikian diungkapkan Asip bahwa masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan, diantaranya Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan yang sudah mencapai 10 kasus dan angka kematian bayi sebanyak 50 kasus (per Juni 2016), jumlah pencari kerja masih tersisa 3.714 orang (hingga Juni 2016), serta angka kemiskinan yang masih cukup tinggi, yaitu 13,86 %.  Sementara itu sektor pendidikan Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah belum begitu membanggakan, di mana SD/MI peringkat 17, SMP/MTS pada peringkat 24, sedangkan SMA/MA rangking 15 (untuk IPA) dan rangking 13 (untuk IPS) dan SMK rangking 17. 
 
Diterangkan Bupati bahwa, ada sebuah momentum dalam sejarah Kabupaten Pekalongan yang menjadikan Kabupaten Pekalongan “tertinggal start” pembangunan dari kabupaten lainnya, khususnya di Kajen sebagai ibukota, yaitu moment kepindahan Ibu Kota Kabupaten dari wilayah Kota Pekalongan ke Kecamatan Kajen, pada tanggal 25 Agustus 2001. Namun ditegaskan Asip bahwa hal tersebut tidak membuat Kabupaten Pekalongan berkecil hati, karena dengan perlahan namun pasti, kebutuhan dan tuntutan infrastruktur sebuah ibu kota kabupaten telah dibangun.
 
 “ Hal ini menjadikan Kajen yang semula sebuah kawasan pedesaan menjelma jadi pusat kota dan pemerintahan,” terangnya.
 
          Ditegaskan Asip bahwa keberhasilan yang telah dicapai dan masih banyaknya “pekerjaan rumah” yang harus segera ditangani, telah memacu dan memotivasi dirinya beserta wakilnya untuk lebih bekerja nyata dengan memberdayakan semua potensi yang ada demi meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pekalongan. 
 
“ Tekad dan komitmen kami tersebut telah kami tuangkan dalam tema Hari Jadi ke-394 Kabupaten Pekalongan, yaitu Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat,” ujarnya. 
 
          Diterangkan Asip bahwa Peringatan Hari Jadi ke 394 ini merupakan momentum bagi Pemkab. Pekalongan untuk evaluasi dan introspeksi diri atas apa yang telah dicapai dan kekurangan apa yang harus segera dibenahi. Keberhasilan dan program yang baik akan dilanjutkan sebagai bentuk kesinambungan pembangunan, sambil terus menerus mencari dan  menggali program- program, terobosan- terobosan serta langkah – langkah yang strategis dan kreatif untuk mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
 
 “Tekad dan komitmen tersebut, kami pertegas dalam logo Peringatan Hari Jadi ke 394 tahun ini, yaitu berupa sayap yang terdiri dari tujuh helai bulu, yang mengandung nilai filosofi bahwa Peringatan 394 tahun Kabupaten Pekalongan merupakan momentum untuk kerja nyata, laksana Rajawali terbang tinggi melaksanakan  7 misi kami menuju terwujudnya visi dan 12 Mandat Rakyat yang merupakan harapan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” urainya.
 
Terakhir, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewarnai Kabupaten Pekalongan dengan implementasi dan pengembangan potensi lokal dalam setiap kegiatan yang dilakukan, serta meningkatkan kinerja agar pembangunan Kabupaten Pekalongan lebih membawa manfaat besar bagi masyarakat.
 
 “ Kita harus berperan aktif, bahu - membahu dan bersinergi menghadapi tantangan yang ada dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbaunya menutup sambutan. 
 
Sementara itu Ketua DPRD Kab. Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kegiatan perayaan Hari Jadi Kab. Pekalongan tidak bersifat seremonial belaka tetapi lebih dari itu harus mempunyai makna yang lebih yaitu sebagai ajang untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran dan sekaligus tanah tempat pengabdian. Karena maju tidaknya Kabupaten Pekalongan merupakan tanggung jawab Pemerintah dan masyarakatnya. 
 
Ditambahkan Hindun bahwa Hari jadi merupakan momen yang tepat bagi kita merenung dan instrospeksi diri (muhasabah), merekonstruksi mana hal- hal baik yang perlu kita pertahankan dan mana hal-hal yang harus segera  diperbaiki. 
 
“ Untuk itu, mari kita bergandengan tangan dalam harmoni yang seirama dan saling menguatkan satu sama lain. Kebersamaan adalah kekuatan kita,” imbaunya.
 
Ditegaskan Hindun, bahwa DPRD senantiasa mendorong dan mendukung visi dan misi Bupati Pekalongan yang akan dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2016-2021, masih banyak persoalan yang harus ditangani dengan kerja keras antara lain pertumbuhan ekonomi untuk terus ditingkatkan, penyediaan lapangan kerja agar pengangguran berkurang, dan hak dasar masyarakat yaitu kesehatan terpenuhi dan terlayani dengan baik. Dirinya juga mendorong agar Program pelayanan kesehatan berupa Kartu Kajen Sehat agar segera diimplementasikan, meningkatkan kualitas pendidikan dan infrastruktur, pembebasan pajak bagi masyarakat yang tidak mampu, penggunaan teknologi tepat guna baik pertanian atau bidang yang lain yang semuanya bermuara untuk kesejahteraan masyarakat.  
 
Sementara itu terkait pemakaian koko dan kebaya dimaksudkan untuk memberikan ciri khas pakaian pada saat Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, karena Baju koko dan kebaya merupakan pakaian yang telah dipakai dari nenek moyang  kita, sarung dan koko juga merupakan salah satu produk unggulan di Kabupaten Pekalongan, dan jika potensi lokal tersebut bisa dikembangkan dengan optimal, akan menjadi modal dalam mencapai Kabupaten Pekalongan yang sejahtera dan bermartabat. 

Harapannya ke depan, pakaian ini dapat dijadikan / dikukuhkan sebagai pakaian ciri khas Kabupaten Pekalongan, apalagi kalau bisa dapat diatur dalam Peraturan Daerah,” tegasnya mengakhiri sambutan.
Powered by Blogger.