Header Ads

Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang Dikabupaten Pekalongan Sudah 60%

KAJEN - Sekitar 60 persen lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang sudah dibebaskan,dan hingga kini pembebasan lahan lainnya masih tersus berjalan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat ditemui mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan proyek tol tersebut di wilayahnya sudah mencapai sekitar 60 persen.

"Saat ini progresnya sudah bagus. Dulu awal saya dilantik baru sekitar 4%, dan sekarang sudah sekitar 60% (pembebasan lahan). Dan ini masih terus berjalan," katanya Senin (22/8) siang.

Lebih lanjut dikatakan, 60 persen tersebut meliputi11 desa yang sudah dibebaskan, dari total 23 desa yang dilewati jalur tol itu. Menurutnya, belum lama ini jajarannya juga kembali melakukan pembebasan lahan di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. 

"Sebentar lagi Desa Tangkil Tengah. Insyaallah target kami September pembebasan lahan in selesai," ujarnya.

Pihaknya mengaku optimis pembebasan lahan tol di kabupaten setempat bisa selesai tepat waktu. Bahkan pihaknya mengaku akan mengganti jajarannya yang dinilai lamban dalam pembebasan lahan tol tersebut.

"Dan Satgas B pembebasan lahan tol itu yang kebetulan merupakan kewenangan kami, jadi yang tidak bisa kerja langsung kami diganti, agar tahun ini bisa selesai, sesuai dengan target pemerintah pusat. Untuk tanah khas desa (TKD), dibayar dulu, ganti ruginya sambil mengunggu ada harga tanah dan lokasi yang cocok," tandasnya.

Terpisah Kabag Tapem Pemkab Pekalongan, Arifin, mengatakan, lahan warga yang terkena tol Pemalang-Batang di Kabupaten Pekalongan yang sudah dibayar ganti ruginya mencapai lima desa.Pembayaran untuk desa lainnya yang juga terdampak proyek pembangunan tol tersebut, lanjut dia, maksimal dilakukan pada 31 Desember 2016. Menurutnya, pembangunan proyek tol Pemalang-Batang tersebut melintasi 23 Desa di enam kecamatan di Kabupaten Pekalongan.

"Akhir tahun ini selesai semua. Untuk Desa Purwodadi Kecamatan Sragi ini masih proses musyawarah, untuk menentukan ganti tanah atau uang. Namun kebanyakan akhirnya lebih memilih ganti uang,"

Dijelaskan, total ada 93 bidang tanah yang terkena proyek pembangunan tol di Kabupaten Pekalongan, dengan luas mencapai175,252 meter persegi. Jumlah itu terdiri dari, TKD mencapai 59 bidang, dan tanah wakaf mencapai 13 bidang.

"Sedangkan untuk tanah makam hanya tiga bidang dan lain-lain mencapai 18 bidang. Selama ini kami hanya terkendala mencari data yuridis kepemilikan tanah tersebut," jelasnya.
Powered by Blogger.