Header Ads

Ketua Koperasi Dibekuk Aparat,Karena Gelapkan Puluhan Mesin Konveksi

KAJEN -  Seorang pengusaha konveksi bernama Cahyono (45), warga Desa Pandansari, Kecamatan
Warungasem, Kabupaten Batang, dibantu Muhammad Hasan (37), Ketua
Koperasi Artha Jaya Mulia Karanganyar, warga Desa Kadipaten, Kecamatan
Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, diduga menggelapkan puluhan mesin
konveksi dan bahan celana senilai sekitar Rp 500 juta. Tersangka
Cahyono ditangkap di Desa Kaligawe, Kecamatan Karangdadap, sedangkan
tersangka Muhammad Hasan dibekuk di kontrakannya di Jalan Duri
Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Untuk sementara, polisi mengamankan barang bukti dari tersangka berupa
21 mesin konveksi berupa berbagai jenis mesin jahit. Di antaranya, 10
buah mesin LH merk Brother, 2 mesin obras merk Pegasus, 1 mesin tress
merk Juki, 1 mesin make up merk Brother, 1 mesin jahit merk Brother, 1
mesin tress komputer merk Brother, 1 mesin lobang merk Reece, 1 mesin
potong, 2 mesin MH merk Brother, dan 1 mesin ban kansai. Sedangkan,
barang bukti yang diamankan dari TKP, di antaranya 14 unit meja mesin
jahit jenis jarum 2, 3 unit meja mesin jahit jarum 1, 1 unit meja
mesin jahit jenis ban kansai, 3 unit meja mesin jahit jenis obras, dan
beberapa dokumen penting.

Kasat Reskrim Polres Peekalongan, AKP Berry ST, Jumat (26/8),
menerangkan, dugaan penggelapan puluhan mesin konveksi dan bahan kain
celana itu dilaporkan oleh korban Hartono Susanto (39), warga
Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang Kota, Jakarta Pusat, di
Polres Pekalongan, tanggal 12 Mei 2016.

"Kita dapat laporan dari korban atas nama Hartono Susanto terkait barang-barang mesin dan
alat-alat konveksi itu sudah digelapkan oleh orang kepercayaannya.
Dengan laporan tersebut, kita melakukan penyelidikan. Keberadaan yang
dilaporkan ini, Saudara Cahyono sudah menghilang dua bulan lebih. Dari
hasil penyelidikan, kita akhirnya berhasil mengamankan saudara
Cahyono," terang Berry.

Menurutnya, untuk sementara jumlah tersangka ada dua orang. Sebab,
dari pengakuan tersangka Cahyono barang-barang tersebut juga dibawa
oleh Muhammad Hasan. Tersangka Hasan sendiri berhasil ditangkap di
Jakarta.

"Motifnya tersangka Cahyono terbelit utang Rp 50 juta. Sebagian barang ini kita
amankan di kontrakan dan tempat servis. Karena dilaporkan, tersangka
ketakutan dan melarikan diri, sehingga barang belum sempat dijual.
Tersangka kita jerat Pasal 374 atau 372 tentang penggelapan dan
penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,"
ujar Berry.
Powered by Blogger.