Header Ads

Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Pekalongan Gelar Seminar Sehari

KAJEN – Dalam rangka memperingati HUT ke-65,Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pekalongan gelar Seminar Sehari di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan,dengan mengangkat tema “Penguatan Peran Bidan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga untuk Mendukung Pencapaian SDGS Tahun 2016,Sabtu (20/8).
 
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BPMPKB Kabupaten Pekalongan, Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ikatan Bidan Indonesia dari seluruh Kabupaten Pekalongan dan para tamu undangan.
 
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan berusaha mengupayakan para bidan PTT agar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal tersebut, kata Asip selaras dengan salah satu visi-misi Bupati-Wakil Bupati periode 2016-2021 yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan melakukan advokasi anggaran berkaitan dengan bagaimana cara meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ungkap Bupati.
 
Lebih lanjut Bupati mengutarakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga sedang melakukan upaya untuk segera menerbitkan Kartu Kajen Sehat sebagai jembatan sementara antara masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat karena tidak masuk dalam daftar Jamkesmas sehingga belum mendapatkan BPJS.
 
Dijelaskan Bupati, dengan Kartu Kajen Sehat diharapkan seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang kurang mampu akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. “Pemerintah Kabupaten ingin hadir untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dengan menciptakan Kartu Kajen Sehat dengan catatan membawa surat pengantar dari Kepala Desa,” tegasnya.
 
Terkait organisasi IBI, Bupati memaparkan bahwa IBI merupakan organisasi profesi yang bertujuan untuk menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan, membina pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam profesi kebidanan serta membantu pemerintah dalam pembangunan nasional terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bidan merupakan ujung tombak yang menjadi andalan masyarakat saat ini, untuk itu, seminar sehari ini diharapkan dapat memotivasi bidan agar lebih profesional, bertanggung jawab dan lebih akuntabel serta bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberi dukungan, asuhan dan nasehat kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
 
Bupati juga memaparkan profil tentang derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pekalongan, bahwa angka kematian bayi pada tahun 2014 sebesar 7,25/100.000, sedangkan angka kematian untuk ibu tahun 2014 sebesar 39 kasus, untuk tahun 2015 ada 22 kasus, dan tahun 2016 selama dua bulan Bupati menjabat terdapat 10 kasus kematian ibu. “Saat ini angka kematian anak dan ibu menjadi konsen pemerintah, untuk itu akan diberlakukan reward and punishment, yaitu nantinya akan diadakan program dimana desa-desa yang angka kematian ibu atau anak turun drastis karena intervensi dan kerjakeras para bidan di desa tersebut, maka bidan desa tersebut akan kami berikan penghargaan,” tukasnya.
 
Sementara itu, ketua panitia Bidan Retno Ambarsari, SKM., M.Kes dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa terselenggaranya peringatan HUT IBI ke-65 ini untuk meningkatkan persatuan seluruh bidan Kabupaten Pekalongan serta memberikan gambaran kepada semua pihak tentang peran IBI dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak. 
 
Lebih lanjut Retno menjelaskan tujuan khususnya yaitu untuk meningkatkan peran dan kontribusi IBI dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meningkatkan rasa memiliki, kepedulian, kecintaan anggota terhadap organisasi IBI, meningkatkan persatuan bidan dalam wadah IBI, serta meningkatkan citra bidan di masyarakat, pemerintah dan mitra kerja.
 
Sedangkan, Ketua IBI Cabang Kabupaten Pekalongan Nuning Asvianingsih, SKM., M.Kes dalam sambutannya menghimbau kepada para anggota IBI Kabupaten Pekalongan untuk tahun 2017 agar segera mendaftarkan diri untuk mengikuti wajib latihan. Lanjutnya, ia berharap acara ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi IBI, sehingga semua program pemerintah yang diembankan dapat dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan penuh pengabdian.
 
Adapun, Sekretaris Daerah IBI Provinsi Jawa Tengah menghimbau agar para bidan mengamalkan apa yang ada dalam Himne dan Mars IBI, yaitu salah satunya melakukan pekerjaan dengan ikhlas.
 
Sebelum dimulainya acara Seminar, pada kesempatan tersebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh ketua panitia yang serahkan kepada Bupati Pekalongan, yang selanjutnya tumpeng terebut oleh Bupati diserahkan kepada salah satu bidan tertua yang hadir. 
 
Seminar Sehari yang dihadiri sebanyak 650 bidan se-Kabupaten Pekalongan baik yang bertugas di Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik atau Rumah Bersalin Swasta Mandiri tersebut, menghadirkan dua narasumber yaitu dr. Himawan Budi Tyastomo, Sp.OG yang akan mengupas tentang Pencegahan Gangguan Pendengaran pada Bayi Akibat Infeksi Kehamilan. Sedangkan dr. Muyassaroh, Sp.THT, KL, M.Si, Med mengupas tentang Peran Bidan dalam Penanggulangan Dini Gangguan Pendengaran dan Ketulian.
Powered by Blogger.