Header Ads

HUT HIMPAUDI Ke-11 Dengan Tema Kejujuran



KAJEN – Dengan tema Gernas Manjur (Gerakan Nasional Pembelajaran Anak Jujur) "Jujur Sepanjang Hayat" perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) di Kabupaten Pekalongan berlangsung meriah,Rabu (31/8).

Peringatan HUT Himpaudi kali ini yaitu berupa Kegiatan jalan sehat pendidik PAUD Non Formal (NF) se-Kabupaten Pekalongan, Senam Si Kumbi dan Senam Gemari, lomba menghias tumpeng dengan tema “HUT HIMPAUDI ke 11”, serta lomba cipta lagu dengan tema “Aku Anak Jujur”. 

Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Perpus Arsipda Kabupaten Pekalongan itu diikuti seribu lebih pendidik PAUD NF di Kabupaten Pekalongan dan mengundang Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, Penilik PAUD se-Kabupaten Pekalongan dan mitra-mitra Himpaudi. Acara juga dihadiri Kabid PAUDNI, M. Abdillah Abadi, SH, M.Pop mewakili Plt. Kepala Dindikbud, serta Kepala Kantor Perpus Arsipda, Hj. Tutik Irianti, SH, M.Si. 

Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, dalam sambutan  yang dibacakan Wakil Ketua II, Ir. Suryati, menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan sebagai ajang untuk bersilaturahmi semua pendidik PAUD di kabupaten Pekalongan dengan Bunda PAUD, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan dengan SKPD terkait.

“Pendidik PAUD yang tergabung dalam Himpaudi, merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk karakter anak usia dini, mengajarkan tentang kejujuran, harus dimulai dari diri sendiri. Tidak mungkin kita mengajarkan dan mengajak anak didik untuk jujur jika kita sendiri tidak jujur. Tanggung jawab pendidik PAUD sangat luar biasa, meskipun pendidik utama adalah orang tua,” tutur Suryati.

Untuk itu, Bunda PAUD menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas  jerih payah para pendidik PAUD yang sudah sangat membantu mencetak generasi yang berkarakter.

 “Semoga apa yang dilakukan menjadi ladang amal dan semoga ke depan, ada perhatian yang lebih dari pemerintah,” ungkap dia. 

Dia juga berharap, Himpaudi senantiasa berkoordinasi dengan SKPD terkait. Bunda PAUD juga mengajak pada Bunda PAUD tingkat kecamatan se-Kabupaten Pekalongan untuk ikut berperan aktif dalam peningkatan angka partisipasi kasar (APK) yang masih di bawah 70 persen dan dapat menginventarisasi desa mana saja yang belum memiliki PAUD dan apa alasannya. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Bunda Riska Yuliana, S.Pd,  dalam laporannya menerangkan, organisasi Himpaudi lahir pada Hari Senin, tanggal 6 Juli 2005 di Jakarta dan dideklarasikan oleh utusan seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD se-Indonesia pada Rabu, tanggal 30 Agustus 2005, di Batu, Malang, Jawa Timur. Organisasi memiliki tujuan menghimpun aspirasi untuk meningkatkan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini di Indonesia. 

Pada peringatan HUT Himpaudi kali ini, Lembaga PAUD didorong untuk memberikan penguatan kompetensi pendidik dalam melaksanakan enam tugas pokok, yakni perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengasuhan, pembimbingan, dan perlindungan, pada pembelajaran Aku Anak Jujur. 

Penanggung Jawab Kegiatan, M. Sohib, S.T, membacakan sambutan Ketua Umum Himpaudi Pusat, Prof. Dr. Ir. Hj. Nety Herawati, MSi, mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melahirkan, mendeklarasikan dan membesarkan Himpaudi, menjadi organisasi yang mandiri, berkualitas, dan terpercaya. 

“Terima kasih yang tulus kepada semua laskar Himpaudi, di mana pun berada. Kami mengajak orang tua, masyarakat, pemerintah, organisasi mitra, khususnya seluruh anggota Himpaudi, selalu bergandeng tangan bersama-sama membangun generasi bangsa yang bermartabat, serta kita berdoa lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan, pembinaan, serta kesejahteraan kepada guru PAUD,” ungkapnya. 

Pada peringatan HUT Himpaudi tahun ini yang bertemakan “Jujur Sepanjang Hayat”, dengan menanamkan nilai kejujuran sejak usia dini, generasi inilah yang diharapkan akan membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena tidak ada lagi praktik korupsi.
Powered by Blogger.