Header Ads

HARGANAS Diperingati Dengan Jalan Sehat Dan Festival Jajanan Rakyat


KAJEN – Jalan Sehat Keluarga dan Festival Jajanan Rakyat 2016 digelar untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke XXIII dan Hari Anak Nasional,di Jalan Krakatau depan halaman BPMBPKB,Senin (22/8).
 
Dalam sambutan pemberangkatannya, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. Msi mengatakan bahwa momentum Hari Keluarga dan Anak Nasional ini diperingati agar dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membina kerukunan dan membina soliditas khusunya untuk pemerintah  dan warga masyarakat dengan tujuan utamanya adalah untuk menyehatkan jiwa dan raga kita melalui kegiatan jalan sehat pagi ini,” ungkap Asip. 
 
Selanjutnya dilakukan pengibasan bendera start sebagai tanda dimulainya jalan sehat dengan rute dari Jl Krakatau depan halaman BPMBPKB melewati SPBU Gejlek – Tugu Nol KM – melewati Masjid Al-Mutarom dan kembali lagi ke start awal.
 
Memeriahkan kegiatan tersebut hadir pula Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri, unsur FKPD, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Setda beserta jajarannya, dan Muspida se Kab Pekalongan. Ketua umum panitia dalam laporan panitia penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu untuk meningkatkan komitmen nasional baik ditingkat kabupaten maupun provinsi, mendukung pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang kependidikan untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas; menumbuhkan kepedulian anak kepada keluarga, masyarakat, dan negara serta memberikan informasi yang seluas-luasnya; serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, mendorong dan menumbuhkan rasa cinta terhadap olahan makanan dan jajanan masyarakat sebagai hasil produk lokal khas desa di Kab Pekalongan. Hari keluarga nasional merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera.
 
Kemudian dilanjut dengan Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, dimana Bupati Pekalongan mengukuhkan Dra. Hj Munafah Asip sebagai Ketua Bunda Paud Kab Pekalongan. “Semoga Bunda Paud dapat berperan dalam mengembangkan program Paud di Kab. Pekalongan dan menjadi figur orang tua yang bijaksana guna mewujudkan masa depan anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ucap Asip dalam sambutannya. Selanjutnya dilakukan pemakaian slempang Bunda Paud Kabupaten oleh Bupati dan pengukuhan bunda Paud Kecamatan oleh Bunda paud kabupaten ditandai dengan pemakaian slempang secara simbolis diikuti oleh bunda paud lainnya dengan memakai slempang masing-masing.
 
Memperingati Hari Anak Nasional yang mengangkat tema “Akhiri Kekerasan terhadap Anak”, dalam kegiatan pagi itu dilakukan Ikrar Anak oleh Forum Anak Kab Pekalongan. Dilanjut dengan pembagian piala dan uang pembinaan kepada para juara lomba yang telah dilakukan pada bulan lalu.
 
Rangkaian terakhir dalam puncak peringatan Harganas dan Anak Nasional serta Festival Jajan, Bupati dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab Pekalongan untuk bersama-sama menyadari arti penting keluarga yang merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental serta terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Penduduk merupakan modal dasar pembangunan, oleh karena itu sukses tidaknya pembangunan secara signifikan akan bisa diciptakan ketika mampu membina dan mampu menciptakan seberapa besar keluarga yang sejahtera di Kab Pekalongan dan seberapa besar pula porsentase keluarga yang kurang sejahtera yang harus didorong oleh intervensi pembangunan, intervensi anggraan pemerintah daerah untuk membangun seluruh warga di kab Pekalongan.
 
“Pemerintah menyadari bahwa keluarga adalah pilar utama, oleh karena itu pemerintah menetapkan berbagai kebijakan terkait pembangunan keluarga yang antara lain kita ejawantahkan dalam bentuk peringatan hari keluarga nasional ini. Diharapkan dengan Harganas ini, kita mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat kepada keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera serta lebih peduli kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Marilah kita cintai dan menjaga keluarga kita sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis serta tempat untuk melahirkan anak-anak yang berkualitas, sehat, cerdas, soleh solihah, serta anak-anak yang pada akhirnya mampu mendoakan kita semua,” papar Asip.
 
Tidak hanya itu, Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Bunda PAUD yang manfaat kegiatannya dapat dirasakan dalam konteks pemberdayaan anak-anak usia dini. “Bangsa ini memerlukan generasi unggul, untuk itu perlu dipersipakan anak lebih awal dalam rangka menciptkan generasi yang lebih baik,” tukasnya.
 
Terkait Festival Jajanan Rakyat, kegiatan ini merupakan suatu kegiatan dalam rangka mengenalkan keanekaragaman jajanan tradisional yang pada saat ini mulai terpinggirkan oleh jajanan-jajanan modern, instan serta diproduk secara massal. Oleh karena itu, jika jajanan ini dapat mewarnai kehidupan kita tentu akan menumbuhkan ekonomi disektor jajan pasar tradisional. Asip berharap festival ini mampu mengenalkan ke masyarakat tentang jajanan dan makanan tradisional daerahnya; menerbitkan rasa bangga, cinta masyarakat terhadap jajanan tradisional yang juga merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyang.
 
Jajanan tradisional merupakan penyangga atau pilar terhadap wisata yang akan dikembangkan, untuk itu Asip mengharapkan ketika akan menciptakan jajanan tradisonal supaya sibuat narasi atau cerita tentang jajanan itu dari awal membuatnya.
 
“Kemudian mengenai hari kemerdekaan RI yang mengangkat tema “kerja nyata”, ini mengisyaratkan kepada kita untuk meningkatkan kinerja nyatanya, dan kerjaan kita dedikasikan untuk kepentingan masyarakat,” Asip memaparkan.
Powered by Blogger.