Header Ads

Festival Olahraga Tradisional Digelar Di Petungkriyono



KAJEN – Dalam  rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 71 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 394 digelar Festival Olahraga Tradisional di Lapangan Sudadi - SMA Negeri Petungkriyono desa Yosorejo Kecamatan Petungkriyono. Sebuah wilayah di Kabupaten Pekalongan yang agak  jauh dari ibukota Kabupaten Pekalongan di Kajen. Hal ini mengandung maksud sekaligus untuk mensosialisasikan Petungkriyono Cultural Techno Forensty Park yang diresmikan Bupati Pekalongan pada 5 Agustus lalu. 

Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, Msi dalam sambutannya saat membuka acara Festival (13/8) ini mengatakan bahwa kegiatan Festival Olahraga Tradisional ini adalah untuk mepertahankan dan melestarikan tradisi yang sudah dilakukan para orang tua kita pada jaman dahulu sehingga tetap eksis ditengah-tengah permainan anak anak jaman sekarang yang lebih banyak ditransformasi oleh permainan tekhnologi digital. “Ayo sekarang kita lestarikan lagi Olahraga Tradisional ini,” ajak Bupati. 
 
Lebih lanjut Bupati mengajak para peserta Festival yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Pekalongan tersebut untuk berlomba dengan menjunjung tinggi sportivitas. “Ayo berlomba dengan sportif. Olahraga ini butuh kebersamaan, dan kerja keras bersama-sama. Dengan ini kita akan dapat bersaing dengan masyarakat lain.” Ajak Asip. 

Terkait dengan Petungkriyono Cultural Techno Forensty Park yang merupakan Sinergitas Tripartait antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Yayasan Kehutanan Indonesia  sebagai komitmen untuk bersama-sama mengembangkan gagasan yang memadukan kepentingan ekonomi masyarakat, peningkatan PAD dan sekaligus kepentingan konservasi ekologi, Bupati mengajak seluruh peserta Festival dan masyarakat serta semua tamu.


undangan yang hadir untuk bersama-sama berbenah dan menyiapkan diri. “Ini penting untuk diperkenalkan pada dunia bahwa hutan Petungkriyono sebagai satu-satunya hutan alam yang masih asli di Jawa,” ujar Asip. 

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Ali Riza, Msi dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan atas arahan Bupati Pekalongan untuk mendukung Petungkriyono Cultural Techno Forensty Park tersebut ikuti oleh 25 tim SLTP dan 19 tim SLTA se Kabupaten Pekalongan.  “Ada 3 cabang yang dilombakan yaitu Permainan Egrang, Bakyak panjang serta Gobak Sodor,” jelas Ali.  

Di bagian lain Pak Ratno guru SMP 1 Karangdadap yang hari itu mengirimkan 14 peserta untuk mengikuti ketiga cabang yang dilombakan menyampaikan harapannya agar kedepan panitia bisa lebih matang dalam persiapan baik tempat maupun pelaksanaannya untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. “Namun begitu saya merasa senang dengan kegiatan ini karena ini adalah salah satu cara untuk melestarikan permainan-permainan tradisional dan juga kebudayaan kita,” tambah Ratno.
Powered by Blogger.