Header Ads

Dekranasda Kabupaten Pekalongan Siap Mandiri

KAJEN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan ke depan, siap mandiri. Demikian disampaikan Ketua Dekranasda masa bhakti 2016-2021, Ny. Hj. Munafah Asip Kholbihi saat paparan kriya unggulan dan program kerja Dekranasda Kabupaten Pekalongan di Gedung Despra di Jalan Pahlawan No 8, Semarang, Rabu (3/8/2016). Paparan dalam rangka Lomba Dekranasda Award Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016.  
Dekranasda Kabupaten Pekalongan mendapatkan urutan ke-8 untuk memaparkan kriya unggulan dan program kerjanya. Lomba dinilai oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Ny. Hj. Atiqoh Ganjar Pranowo serta 3 orang yuri yang semuanya dari kalangan prrofessional. Lomba diikuti 21 dari 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah dan hasilnya akan diumumkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Agustus ini. 
Dalam kesempatan tersebut, Munafah mengusung kerajinan unggulan Kota Santri berupa batik  dan dompet kulit ikan pari serta kerajinan lainnya seperti kerajinan tenun ATBM, kerajinan dari tempurung kelapa, sapu glagah, dan lain-lain. Lomba Dekranasda Award juga memaparkan Program Dekranasda Kabupaten Pekalongan tahun 2016.  
Untuk mewujudkan Dekranasda yang Mandiri, dengan mengurangi ketergantungan anggaran dari pemerintah kabupaten, Dekranasda Kabupaten Pekalongan, sebagaimana disampaikan Hj. Munafah, akan melaksanakan kegiatan-kegiatan, antara lain dengan menggalang kemitraan dengan perusahaan dan perbankan. Upaya lainnya yakni dengan regenerasi SDM atau pengrajin dalam upaya pelestarian produk kerajinan melalui pembinaan dan pemberian pelatihan. 
Program unggulan lainnya ke depan yang digagas adalah Dekranasda Goes to School. Pengurus bersama perajin sukses di Kabupaten Pekalongan akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi agar generasi muda memiliki semangat kewirausahaan sejak dini, terutama di bidang kerajinan daerah. Dalam program ini, para siswa juga akan diberi pelatihan membuat kerajinan seperti membatik dan kerajinan daerah lainnya.   
Rencana lainnya, Dekranasda akan membangun Kampung Digital, bekerja sama dengan salah satu provider telekomunikasi. “Kami sudah berkomunikasi dengan provider telekomunikasi tersebut, setiap desa nantinya akan disambungkan dengan jaringan internet untuk memasarkan produknya secara online,” ungkap Munafah yang baru serah terima jabatan dari Ketua Dekranasda sebelumnya, seminggu yang lalu dan belum dilantik oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah. Munafah mengaku memberanikan diri mengikuti Lomba Dekranasda Award Tingkat Jawa Tengah dengan memaparkan program kerjanya, demi kemajuan Dekranasda Kabupaten Pekalongan, selain untuk membangun komunikasi dengan Dekranasda Kabupaten/Kota lainnya dan Dekranasda Provinsi Jawa Tengah.   


Selain Kampung Digital, juga akan dibangun Mall Digital Kabupaten Pekalongan, yang akan memamerkan dan menjual seluruh produk kerajinan daerah Kabupaten Pekalongan baik secara langsung maupun secara online.  
Selain program-program tersebut, program Dekranasda yang terdekat yakni Lomba Cipta  Motif Batik Kecamatan yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Batik Carnival yang merupakan salah satu kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Pekalongan, akhir Agustus nanti. Kegiatan Dekranasda lainnya pada tahun 2016 ini, yaitu mengikuti Borobudur Travel Mart and Expo serta Indonesia Fashion Week.
“Untuk mendukung Kemandirian Dekranasda, pemerintah tetap akan menjadi mitra dan fasilitator bagi Dekranasda dalam melaksanakan program-programnya. Jika Kemandirian Dekranasda Kabupaten Pekalongan terjadi, bisa jadi ini merupakan terobosan Dekranasda dan di Indonesia baru kali ini,” ungkap Kabid Perindustrian Dinperindagkop UMKM Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Cholik.
Powered by Blogger.