Header Ads

Aplikasi SIAK Dalam Perbaikan,Pemohon Data Kependudukan Menumpuk

Hasil gambar untuk sistem informasi administrasi kependudukanKAJEN - Pemohon data kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Pekalongan menumpuk lantaran Aplikasi baru Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau disingkat SIAK versi 5, saat ini tengah dalam perbaikan di tingkat pusat. Akibatnya, penerbitan data kependudukan di tingkat daerah, termasuk Kabupaten Pekalongan, berjalan lambat.
 
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan, Drs Risnoto SH MSi mengatakan, sistem SIAK versi 5 saat ini masih dalam 'maintenance' atau penyempurnaan. Sebenarnya, dengan SIAK 5, konten data yang ada semakin lengkap.
 
"Hanya saja saat ini masih dalam perbaikan. Akibatnya, data yang diimput tidak langsung sinkron dengan database yang di sistem tersebut, perlu tiga sampai lima kali percobaan. Sehingga, prosesnya agak lama lantaran harus mencocokkan item keterangan yang ada dengan item yang muncul, baik nama, alamat dan lain-lain," jelasnya.
 
Saat ini ketersediaan material data kependudukan tidak ada masalah. Begitupula dengan KTP-el yang sebelumnya sempat dikabarkan mengalami kekurangan, pasokan kembali lancar. 
 
"Pak Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri yang beberapa waktu lalu datang ke Kabupaten Pekalongan menjanjikan ketersediaan stok blangko KTP-el berapapun. Pasokan maksimal 2000 keping, namun setiap habis, kita bisa mengambil kapan saja di pusat," jelasnya.
 
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Pekalongan, Bambang Supriyadi SH MHum menambahkan, blangko KTP-el yang masih tersedia itu, baru tercetak seribu keping. Sedangkan pemohon yang sudah melakukan perekaman namun belum mendapatkan KTP-el mencapai sebelas ribu orang, tercatat dari tahun 2012 sampai 2015. Belum lagi ditambah dengan pendaftar baru pada tahun 2016 yang belum mendapatkan KTP-el yakni sekitar delapan ribu orang. 
 
Diterangkan, saat ini Disdukcapil tengah menindaklanjuti instruksi Bupati Pekalongan untuk pelayanan kependudukan secara langsung tanpa melalui perantara.
Powered by Blogger.