Header Ads

Anak Pelaku Kriminal Disebabkan Faktor Broken Home Dan Ekonomi Rendah

KAJEN - Banyaknya kasus kriminal yang melibatkan anak-anak,semakin membuat resah masyarakat,apalagi anak-anak adalah para penerus bangsa yang harusnya lebih baik dari generasi ke generasi.

Data di Satuan Reskrim Polres Pekalongan, selama Januari 2016 hingga sekarang tercatat ada enam
perkara kejahatan yang melibatkan anak-anak dengan jumlah tersangka
sembilan anak di bawah umur. Sebagian dari mereka terlibat tindak
pidana pencurian, baik pencurian dengan pemberatan (curat) maupun
pencurian dengan kekerasan (curas), serta pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Berry ST, Selasa (2/8),
mengungkapkan, meskipun masih anak-anak, mereka sudah terlibat tindak
kriminalitas, seperti pencurian motor. Bahkan, beberapa di antaranya
menggunakan senjata tajam dan melukai korbannya.

Dikatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, rata-rata mereka
terlibat tindak kejahatan karena faktor ekonomi dan sebagian berasal
dari keluarga 'broken home'. Selain itu, mereka juga salah pergaulan,
sehingga terjerumus dalam aksi kejahatan tersebut.

"Sebagian besar dari mereka dari keluarga ekonomi lemah dan broken. Orang tuanya tidak
jelas dimana, sehingga mereka tinggal bersama kakak, nenek, atau
kerabatnya yang lain," tutur dia.

Berry menilai, faktor keluarga yang paling utama untuk menangkal
anak-anak berbuat kriminal. Pengawasan dan pembinaan yang baik.

"Salah pergaulan juga bisa menjadi penyebabnya, namun jika diawasi dan dibina
dengan baik maka bisa menekan itu," ungkapnya.

Dikatakan, untuk anak di bawah umur yang disangka melakukan tindak
pidana, maka selama proses penyelidikan akan didampingi petugas dari
Balai Permasyarakatan (Bapas). Menurutnya, jika berdasarkan kajian
kasus yang melibatkan anak di bawah umur tidak perlu dilanjut, maka
akan dilakukan diversi dalam rangka pembinaan terhadap anak.

"Banyak faktornya untuk diversi. Misalnya, dari segi niat dan sebagainya
dipelajari. Ini menjadi pertimbangan hakim untuk memutuskan,"
imbuhnya.

Kasus tindak pidana yang melibatkan anak di bawah umur yang cukup
menggemparkan masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah pembegalan
pengendara motor oleh MAG (23) alias Gogon, warga Dukuh Geritan, Desa
Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, dan EE (15), warga Desa Banjarejo,
Kecamatan Karanganyar. Bahkan, berdasarkan hasil penyelidikan polisi,
EE justru menjadi otak dari aksi pembegalan dengan melukai korbannya
tersebut.

Sebelumnya, beberapa anak di bawah umur juga terlibat perampasan
sepeda motor dan HP milik pelajar dengan ancaman senjata tajam di
Doro. Tim Buser Polres Pekalongan berhasil menangkap lima pelaku
perampasan yang rata-rata masih anak-anak dan remaja, beserta dua
orang penadahnya.
Powered by Blogger.