Header Ads

Proses Pembebasan Lahan Jalan Tol Optimis Rampung Akhir Agustus

KAJEN - Proses pembebasan lahan jalan tol Trans Jawa dikabupaten pekalongan,terkedala proses
pemberkasan lahan atau pengumpulan data di lapangan, seperti ribetnya
proses penelusuran hak waris atas lahan yang terkena jalan tol dan
lahan-lahan yang sudah berpindah tangan karena jual-beli maupun
diwakafkan. Alhasil dari 23 desa yang terkena proyek jalan tol ruas Pemalang -
Batang di Kabupaten Pekalongan,baru
dibayarkan di lima desa. Pihak pelaksana pembebasan lahan tetap
optimis proses itu akan bisa rampung pada akhir Agustus 2016, sesuai
target.

"Satu persatu bidang lahan kepemilikannya harus bisa dipastikan.
Kendala di lapangan saat pengumpulan data agak lama, di antaranya saat
penelusuran warisan cukup ribet, karena gradenya banyak yang dua,
misalkan lahan sudah diwariskan dari mbahnya ke generasi seterusnya.
Ini harus benar-benar ditelusuri dengan benar, agar kepastian pemilik
lahan itu jelas," ujar Sekretaris Pelaksana Pembebasan Lahan Jalan Tol
Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Widodo, dihubungi Selasa (26/7).

Diterangkan, dari 23 desa yang terkena dampak tol, hingga kemarin baru
lima desa yang sudah dibayarkan, dengan nilai Rp 43,8 milyar. Kelima
desa ini masing-masing Desa Surobayan, Karangdowo, Rengas, Tegalsuruh,
dan Tegalontar. Sementara, delapan desa sudah diumumkan/penilaian.

"Empat desa lainnya siap diumumkan dan sisanya masih proses
pemberkasan. Kita akan upayakan pembebasan lahan ini selesai pada
Agustus sesuai dengan target yang diberikan," terang dia.

Disinggung soal lahan desa, Wahyudi menyatakan ada regulasi baru yang
memperbolehkan lahan desa itu diuangkan terlebih dahulu. Uang hasil
pembebasan itu baru digunakan untuk mencari lahan penggantinya.

Sedangkan untuk interchange jalan tol yang semula di Desa
Bojongminggir, Kecamatan Bojong, rencananya akan berubah di Desa
Purwodadi, Kecamatan Sragi. Sehingga, PPKom mengusulkan agar Desa
Bojongminggir dikeluarkan dari penetapan lokasi jalan tol, sebab tidak
lagi masuk dalam trase jalan tol. Sementara, untuk akses interchange
dari Purwodadi ke jalur Pantura, maka diusulkan penambahan lokasi baru
yang meliputi Desa Tengengwetan, Tengengkulon, dan Rembun.

Berdasarkan data dari Bagian Pemerintahan Setda, lahan yang terkena
jalan tol meliputi 2006 bidang tanah warga, 51 bidang tanah kas desa,
8 bidang tanah pemkab, 13 bidang tanah wakaf, 3 bidang tanah makam, 38
bidang fasilitas umum (fasum)/fasilitas sosial (fasos), dan 18 bidang
lain-lain (PJKA, BRI, SD, lapangan).

Tanah kas desa yang terkena jalan
tol masing-masing di Desa Sijeruk (1 bidang), Desa Bulakpelem (13
bidang), Desa Tegalontar (1 bidang), Desa Purwodadi (3 bidang), Desa
Klunjukan (3 bidang), dan Desa Sembungjambu (3 bidang). Selain itu, di
Desa Babalan Kidul (14 bidang), Desa Jajarwayang (1 bidang), Desa
Rengas (3 bidang), Desa Krangdowo (2 bidang), Desa Surobayan (2
bidang), dan di Desa Pegandon (6 bidang). Untuk tanah kas desa ini
terdapat kesulitan mencari tanah pengganti dalam satu desa.
Sementara, tiga makam yang terkenna proyek jalan tol berada di Desa
Babalan Kidul, Babalan Lor, dan Ambokembang. Untuk mencari tanah
pengganti makam pun masih kesulitan.
Powered by Blogger.