Header Ads

Luka Bakar 90%,Ananda Refiansyah Butuh Bantuan Kita

KAJEN - Ananda Refiansyah (6 th) adalah satu satu anak dari keluarga dhuafa dari pasangan bapak Bisri(32th) dan ibu Nur Azimah (29th) yang beralamat di desa Tangkil tengah Rt.6/Rw.3 kecamatan Kedungwuni kab.Pekalongan,telah setahun sudah terbaring ditempat tidur dengan luka bakar yang telah mengelupaskan beberapa lapisan kulit tangannya dan bagian tubuh lainnya.

Kejadian bermula pada 6 syawal tahun lalu. Malam Syawal itu,sang ayah mengajak ia dan ibunya membeli bensin untuk persediaan,karena kekhawatiran kehabisan bensin saat sedang jualan pitik warna warni.

 "Dirigen yg sudah diisi bensin itu biasa saya ikat disebelah kanan bawah stang yang saya setel dengan selang yang akan dihubungkan ke tangki bensin jika kandang ayamnya sudah ditempatkan di jok,biar kalau kehabisan bensin tidak kerepotan". Tutur pak Bisri.

Akan tetapi malam itu menjadi musibah bagi keluarganya,sewaktu pulang selepas membeli bensin tersebut motornya ditabrak motor yang dikendarai oleh 3 anak remaja yang berboncengan dari arah yang berlawanan, tabrakan itu tepat disisi kanan motor pak bisri. Karena kencangnya tabrakan dan salah satu penabrak dalam keadaan merokok,alhasil seketika itu motor pak bisri dan semua penumpang nya terbakar.

"Alhamdulillah, saya langsung menarik anak dan istri saya ke sawah. Kami bertiga guling di air yang untuk mengairi sawah dan sang penabrak langsung pergi". Tutur pak bisri.

Motornya yang masih menyala itu menarik perhatian masyarakat di malam itu,sehingga mereka bertiga dapat langsung dibawa ke RS Islam Pekajangan. Biaya perawatan selama 2 minggu memang tidak ditanggung sendiri,ada kerabatnya yang menguruskan asuransi Jasa Raharja. Akan tetapi pak Bisri dikenakan biaya pengurusannya sebesar Rp.1,6 juta.

Setelah 2 Minggu perawatan,kedua orang tuanya sudah mulai pulih,akan tetapi sang anak karena hampir 90% luka bakar yang dideritanya sehingga belum menampakkan hasilnya dan juga biaya hidup sudah harus diupayakan,maka pihak keluarga membawa pulang rumah untuk dirawat mandiri dengan mengundang seorang mantri puskesmas dengan biaya perawatan Rp.50.000/hr. Walaupun biaya ditanggung mandiri,sang bapak bisa menyambi bekerja serabutan atau jualan pitik. Akan tetapi usaha sang mantri selama 2 bulan pupus juga,sang mantri merujuk ke RSUD Kajen menggunakan Jamkesmas, dan dirawatlah sang anak disana selama 8 hari dan setelah itu dirujuk lagi ke RS Karyadi. Perawatan disana berlangsung 2 bln,1 pekan. Lelah,capai dan biaya hidup semakin membebani,sang ayah menuruti info dari sesama pasien yang menyarankan untuk ke Gunung wungkal kab.Pati untuk berobat ke mbah Paiman seorang Budha.

Sang anak dan kedua orang tuannya membersamai pengobatan disana, tehnik pengobatan Mbah Paiman menggunakan besi dibakar,setelah memerah pucuk besi itu dihisap sang embah dan ludah dari isapan dibesi panas itu di semprotkan ke luka bakar sang anak. Akan tetapi selama 2 bulan sang embah paiman menyatakan tidak sanggup dan menyarankan untuk dibawa pulang. Dan pak bisri dan keluarga pamit untuk pulang.

Sampai saat ini sang anak hanya dirawat dirumah dengan obat seadanya,untuk pengering kulitnya menggunakan obat pengering luka pada ayam yang sangat panas sekali rasanya."Selama ini belum ada yang membantu dari manapun dan Rumah Sakit disini sudah tidak bisa menangani dan semua merujuk ke Karyadi,disana nanti dilakukan operasi tambal kulit,akan tetapi biaya hidup dan obat2an yang tidak bisa didapat dari kartu Jamkesmas itu tidak bisa terbeli oleh kami,makanya kami bertahan dan bersabar dengan pengobatan seadanya ini sebagai saksi usaha saya sebagai orangtuanya".tutur pak Bisri

Untuk Masyarakat yang mau membantu bisa langsung ke rumah pak Bisri dengan alamat desa Tangkil tengah Rt.6/Rw.3 kecamatan Kedungwuni kab Pekalongan. (Belakang TKABA Tangkil Tengah)
Atau donasi bisa disampaikan ke yatim mandiri pekalongan.
Info lbih lanjut
Hub; 0815 7585 0110
Powered by Blogger.