Header Ads

Operasi Bersinar,Polres Gandeng BNNP

 KAJEN - Guna mengantisipasi peredaran narkoba ( narkotika dan obat terlarang lainnya),sesuai dengan perintah Presiden RI jokowi untuk melaksanakan kegiatan operasi pemberantasan sindikat narkoba (bersinar) Polres Pekalongan melaksanakan operasi/ razia gabungan antara polres pekalongan dengan BNP perwakilan Batang/kendal di tempat-tempat hiburan malam yang ada di wilayah kabupaten pekalongan.

Razia Gabungan yang pertama dilaksanakan pada hari rabu tgl 23 maret 2016 mulai pukul 21.00 WIB, tim gabungan melakukan razia di tempat hiburan malam sepanjang pantura wiradesa, tim memeriksa kafe dan tempat karaoke di hotel marlin, hotel dian candra dan sebuah kafe di desa bondansari wiradesa, para pengunjung dan pemandu lagu dilakukan pemeriksaan baik badan dan tas yang dibawa serta dilaksanakan screening tes urine untuk mengetahui apakah ada yang mengkonsumsi narkoba, dari beberapa tempat tersebut tim memeriksa puluhan orang dan tidak menemukan narkoba atau orang yang positif mengkonsumsi narkotika.

Razia gabungan kembali dilaksanakan pada hari selasa 29 maret 2016 mulai pukul 22.00 WIB, kali ini tim menyisir kafe dan tempat karaoke di wilayah kecamatan bojong , tim yang dipimpin langsung oleh kasatgas penindakan ops bersinar sekaligus kasat Narkoba AKP joko Sutopo bersama kepala bagian penindakan BNNP memeriksa beberapa cafe diantaranya di daerah sampahan masuk dukuh kampir desa duwet, cafe jeng SRI di ds sumur jomblang bogo, dan beberapa cafe lain yang ada di daerah tersebut, para pengunjung dan pemandu lagu diperiksa dan barang yang dibawa serta dilakukan tes urine, hasilnya telah dilakukan 24 orang yg diperiksa tes urine, namun tidak ada yang positip terindikasi sebagai pemakai narkoba.

Kegiatan Razia Gabungan ini dilaksanakan untuk mempersempit peredaran narkotika terutama di tempat tempat hiburan malam, karena pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh baik dari aspek suplay (pemasok/ pengedar/ bandar) maupun aspek demand ( pengguna). 

Menurut undang-undang nomor 35 / 2009 tentang narkotika, pasal 54 -59 yang mengatur tentang Rehabilitasi bagi pengguna dan merupakan kewajiban bagi negara untuk melakukan rehabilitasi medik dan rehabilitasi sosial bagi pengguna / pecandu narkotika,sehingga bisa mengurangi demand atau jumlah pengguna narkotika serta bisa mengurangi pangsa pasar narkotika di Indonesia.
Powered by Blogger.