Header Ads

Awal September 2015 Dipastikan P21

KAJEN – Polres Pekalongan kembali melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi penerbitan sertifikat tanah Program Nasional (Prona) dengan tersangka Kades Tegallontar, Kecamatan Sragi. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya berkas dikembalikan oleh Kejari dengan saran melengkapi ahli.

Hal itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Berry ketika dikonfirmasi, Jumat (21/8). Menurutnya, pekan depan berkas akan dikirimkan kembali ke Kejaksaan Negeri Kajen.

“Rencana Senin atau Selasa depan baru kirim kembali berkas yang P19 kemarin,” terangnya.

Setelah berkas tambahan dikirim, ia berharap segera dinyatakan lengkap dengan menyerakan tersangka dan barang bukti.

“Ya mudahan-mudahan awal September 2015 sudah P21,” lanjutnya.

Sekadar untuk diketahui, pertengahan bulan Juli 2015, Polres telah menyerahkan berkas kasus dugaan korupsi prona Desa Tegallontar ke Kejari Kajen. Setelah pengiriman, kejaksaan melakukan penelitian atas berkas tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kajen, Nyoman Suji Agusdina Aryartha ketika ditemui di ruang kerjanya pun membenarkan pihaknya sudah menerima berkas. Namun dikarenakan ada yang kurang, maka penyidik diminta untuk menambah keterangan saksi ahli.

“Ya, kami sudah menerima namun berkas ada yang kurang sehingga kami minta untuk melengkapi,” imbuhnya.

Sebelumnya, diam-diam mulai pertengahan tahun 2015, Unit Tipikor Satreskrim Polres Pekalongan terus mengusut kasus dugaan pungli yang terjadi di Desa Tegallontar, Kecamatan Sragi terkait Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2014 lalu. Pada tahun tersebut, Desa Tegallontar mendapatkan 150 bidang.

Dalam kasus itu, Kepala Desa Tegalontar Kecamatan Sragi, Kusnoto (49) kini resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Prona pembuatan sertifikat tanah. Adapun modus dilakukan dengan memintai uang senilai Rp 700.000 tiap pengajuan sertifikat tanah, yang seharusnya gratis.
(sumber:Radarpekalongan)
Powered by Blogger.