Header Ads

Bayi Berusia 10 Hari Dibuang di Teras Puskesmas Desa Tangkil Kulon

Bayi Berusia 10 Hari Dibuang di Teras PuskesmasKAJEN – Malang sekali nasib bayi laki-laki berusia 10 hari ini. Kedua orangtuanya begitu tega membuangnya di saat dia membutuhkan perlindungan ibu dan ayahnya. Bayi itu ditemukan warga dalam kondisi hidup di teras Puskesmas II Kecamatan Kedungwuni, atau tepatnya di Desa Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan.
Untungnya, setelah dilarikan ke RSI Pekajangan dan diperiksa pihak rumah sakit, bayi tanpa dosa itu dinyatakan dalam kondisi sehat. Humas RSI Pekajangan, Mirza Hariadi, menyatakan, pihaknya mendapat pelimpahan bayi dari Polsek Kedungwuni pada Selasa (5/5) sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu, bayi dalam kondisi sehat.
“Syukur alhamdulillah, saat kami mendapat pelimpahan dari Polsek Kedungwuni bayi ini dalam keadaan terawat dan sehat. Suhu badan normal, 36,6 derajat,” ungkap Mirza.
Dengan melihat kondisi tali pusar bayi yang sudah lepas itu, pihak rumah sakit memperkirakan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut baru berusia sekitar 10 hari. “Panjangnya 52 cm dengan berat yang normal, yaitu 3.8 kg. Kulitnya putih dan berambut lurus,” kata dia sambil menerangkan ciri-ciri sang bayi.
Bayi yang belum diketahui identitasnya itu, saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang Kebidanan RSI Pekajangan. Diakui, sudah ada beberapa pihak yang ingin mengadopsi bayi tampan tersebut.
“Beberapa orang yang mengungkapkan ingin mengadopsinya. Kalau yang melalui telepon baru satu orang. Namun saya arahkan ke Polres Pekalongan. Sebab aturan hukumnya terkait adopsi yang tahu Polisi, selain itu juga melibatkan dinsos juga,” katanya.
Sementara Kabag Humas Polres Pekalongan, AKP Guntur Tri Harjanti, membenarkan hal itu. Bayi yang dibuang tersebut ditemukan sekitar pukul 01.00 WIB.
“Ditemukan di teras sebelah kiri puskesmas setempat. Bayi itu ditaruh di kardus snack bersama dengan pakaian dan peralatan bayi. Kemudian oleh Polsek Kedungwuni diserahkan ke RSI Pekajangan,” ujarnya.
Selain menemukan peralatan dan pakaian bayi, orang tua korban juga meninggalkan sebuah surat dalam secarik kertas. Surat tersebut berisi agar penemu bersedia merawat dan mengadopsi sang bayi.
“Ada juga tulisan tangan yang diduga dari orang tua bayi, yang berisi agar bayinya dirawat dengan baik dan diadopsi,” tambahnya.
Memang, diakuinya, saat ini sudah banyak pihak yang menginginkan untuk mengadopsi bayi laki-laki tersebut. Namun pihaknya berharap orang tua pelaku bisa ditemukan. “Memang sudah banyak yang ingin mengadopsi, tapi kan ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Sehingga anak itu nanti bisa tumbuh dengan baik. Jangan sampai malah nanti menderita lagi dengan orang tua barunya. Namun kami berharap orang tua kandung bayi tersebut bisa ditemukan,” pungkasnya.
Bayi tampan itu, kini masih dalam perawatan intensif RSI Pekajangan Pekalongan. Sedang dari pihak kepolisian masih terus mendalami penemuan bayi dan mencari orang tuanya yang tega menelantarkannya. Kasusnya hingga kini masih didalami pihak kepolisian. (Sumber:RadarPekalongan)
Powered by Blogger.