Header Ads

Relokasi Warga Kandangserang Sulit Dilakukan

Rekomendasi Relokasi SulitKAJEN – Relokasi rumah warga yang berada di daerah rawan bencana di Dukuh Guguran, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang merupakan salah satu rekomendasi tim ahli dari Badan Geologi Bandung yang sulit dilaksanakan. Pasalnya, hingga kini warga setempat enggan meninggalkan kampung halaman mereka meski longsor mengancam setiap saat.

“Sebanyak 28 kepala keluarga harus direlokasi, akibat longsor pada tahun 2014. Tapi mereka saat itu tetap bertahan dan membangun rumah baru di sekitar lokasi longsor. Padahal, pada waktu itu pemda sudah menyiapkan lahan dan anggaran. Akantetapi warganya masih sulit untuk dipindah jauh
dari lahan pertanian dan ternak miliknya,” terang Camat Kandangserang, Istiyanto, Minggu (15/2) kemarin.

Memang, lanjut dia, saat itu kerawanan longsor di pemukiman baru belum diketahui. Sebab, belum ada kajian dari tim ahli, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Tapi, seiring dengan potensi longsor yang terjadi saat musim hujan kali ini, BPBD Kabupaten Pekalongan menggandeng Dinas ESDM Jawa Tengah dan Badan Geologi Bandung untuk melakukan kajian di Kecamatan Kandangserang.

“Ternyata, salah satu rekomendasinya, lokasi relokasi di Bojongkoneng ternyata tidak laik huni dan perlu direlokasi. Untuk melaksanakan rekomendasi ini, kita kesulitan dengan sikap warga yang seperti itu,” ungkapnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, saat dikonfirmasi terpisah menyatakan, Badan Geologi Bandung memang telah menyatakan bahwa daerah bencana di Bojongkoneng sudah tidak laik huni dan perlu direlokasi ke lokasi yang aman dari bencana alam. Khususnya bencana tanah longsor.

“Iya memang, relokasi merupakan salah satu rekomendasinya. Tapi, kita masih kesulitan dengan sikap warga yang enggan dipindah. Mereka tidak mau jauh dari lahan pertanian dan sawah di sana,” katanya.

Kendati demikian, BPBD Kabupaten Pekalongan tidak bersikap diam. Berbagai upaya dan rekomendasi lainnya tetap akan diupayakan dengan tujuan agar potensi longsor di Desa Bojongkoneng tidak terjadi. Salah satu upaya yang akan dilakukan pihaknya adalah menata sistem drainase di wilayah tersebut. Harapannya, air bisa mengalir dengan baik dan tidak memicu timbulnya longsor.

“Rekomendasi lainnya, yaitu menghutankan kembali daerah bencana dan sekitarnya menggunakan tanaman keras yang memiliki akar kuat dan dalam. Sehingga, tanaman tersebut mampu menahan lereng agar tidak longsor,” ujar dia.

Rekomendasi Badan Geologi Bandung lainnya, lanjut dia, yakni memindahkan jalan yang rusak akibat tergerus longsor pada tahun 2014 ke lokasi yang lebih stabil. Akantetapi, untuk menentukan lokasi yang stabil dibutuhkan kajian geologi tekhnik yang detail. 

Isi Rekomendasi Bojongkoneng

  1. Daerah bencana tidak laik huni dan perlu direlokasi
  2. Pada saat hujan dan paska hujan, masyarakat dminta waspada
  3. Daerah bencana dihutankan kembali
  4. Akibat tergerus longsor, jalan rusak perlu dipindahkan ke lokasi stabil (Harus ada kajian geologi tekhnik detail
(sumber:Radarpekalongan)
Powered by Blogger.